Ribuan Guru Kemungkinan Akan Pensiun Dini

Assalamualaikum wr wb,,,,
Salam sejahteera bagi kita semua kali ini kami akan menyajikan berita tentang ribuan guru yang terpaksa pensiun dini, ini berita selengkapnya,,,

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak ingin lepas tangan begitu saja terkait nasib guru honorer di SMA/SMK sederajat yang besar kemungkinan akan “pensiun” dini. Penyebabnya, pemerintah pronvinsi tidak mengakomodasi gaji guru honorer pasca mengambil alih pengelolaan  pendidikan menengah dari pemerintah daerah.

Atas keputusan itu, nasib guru honorer  semakin tak jelas. Apalagi APBD Kotim tahun 2017 yang telah disahkan tidak mencantumkan anggaran gaji guru honorer SMA/SMK sederajat.

Memprihatinkan! 2.976 Guru Terpaksa “Pensiun Dini”
ilustrasi guru pensiun dini

 Menanggapi permasalahan tersebut, Bupati Kotim, H Supian Hadi SIKom menawarkan sejumlah solusi. Diantaranya berjanji akan menampung sedikitnya 63 guru honorer dengan catatat harus memilih. Apakah ingin bertahan mengajar di pendidikan menengah atau mengajar di sekolah dasar.

“Sementara ini, pemerintah daerah tetap memberikan tunjangan. Tapi ke depannya (2017) tidak mungkin lagi. Mereka (guru honorer) tinggal pilih, kalau ingin digaji kabupaten, maka harus mengajar di SMP atau SD,” jelas Supian, Kamis (22/12).

Tidak hanya itu, guru honorer juga akan ditugaskan ke pedesaan. Pasalnya guru SMP dan SD masih kurang, khususnya di daerah kecamatan dan desa yang terpencil.

“Tidak bisa pilih, nanti harus mengajar di luar perkotaan,” tandasnya.

Bupati juga mewacanakan perekrutan terhadap guru honorer daerah pada tahun yang akan datang. Tapi dengan syarat guru honorer tersebut harus sarjana.

“Mudahan anggarannya ada, karena sejauh ini guru Kotim masih kekurangan guru,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim, Suparmadi SE MM menyebutkan, jumlah tenaga honor di Kotim mencapai 2.976 orang. Tenaga honorer ini sendiri lanjutnya digaji melalui dana sekolah, dari komite, pihak ketiga dan diangkat menjadi tenaga kontrak.

“Guru honorer ini sudah tersebar di 742 satuan pendidikan di Kotim. Kami dari Disdik berharap pemkab dapat terus memperhatikan tenaga honorer ini agar kualitas pendidikan dapat lebih baik lagi,” pungkasnya.
 
Demikian berita yang dapat kami sampikan semoga bermanfaat bagi kita semua, terima kasih dan sampai jumpa lagi.
 
SUMBER : m.kalteng.prokal.co 
 
BACA JUGA :