Kasihan Sekali Murid SD Di Daerah ini Belajar Di Gubuk Beratap Daun Rumbia

Assalamualikum wr wb,,,,,,
Salam sejahtera bagi kita semua kali ini kami akan menyajikan berita tentang sekolah yang prihati yang berada di Riau.

Satu lagi potret buram dunia pendidikan di Riau. Kali ini datang dari Rambaian, Gaung Anak Serka (GAS), Inhil. Seratusan murid SD harus belajar di gubuk beratapkan daun rumbia.

Riauterkini-GAUNG ANAK SERKA-Miris, melihat kondisi bangunan SD Kunjung di Dusun Semoga Berkat atau Parit Sono, Desa Rambaian, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) yang tidak layak.

 Murid SD Kunjung Desa Rambaian berphoto dengan latar belakang bangunan sekolah yang memprihatinkan.
Murid SD Kunjung Desa Rambaian berphoto dengan latar belakang bangunan sekolah yang memprihatinkan.



SDN 020 Desa Rambaian merupakan induk dari SD Kunjung yang memiliki murid sebanyak 90 orang, dari kelas I sampai kelas VI. Sekolah ini berdiri sejak tahun 2008 lalu, dengan hasil swadaya masyarakat setempat.

SD Kunjung ini baru memiliki satu bangunan permanen yang disekat menjadi dua ruangan, untuk belajar murid kelas I dan kelas VI.

Sedangkan kelas II, III, IV dan V belajar di bangunan yang terbuat dari papan yang sudah lapuk dan beratap daun. Sedangkan buku dan fasilitas lainnya serta gaji guru honorer dari sekolah induk.

"Keberadaan SD Kunjung ini sangat di butuhkankan disini, karena ekonomi masyarakat disini bisa dikatakan masyarakat miskin," ungkap Aby Hendry, salah seorang tenaga pengajar di sekolah ini,Keberadaan SD ini sangat jauh dari SD 020 Desa Rambaian sebagai SD Induk, yakni dengan jarak sekira 8-9 kilometer, kalau hari tidak hujan dapat ditempuh sekira 40 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Disebutkan, selama ini Kepala Sekolah Induk dan guru lainnya sudah kerap mengirimkan proposal ke Dinas Pendidikan Inhil untuk mendapatkan bantuan pembangunan ruangan yang representatif sebagai tempat belajar, namun sampai saat ini tidak kunjung ada realisasinya.

Ketua Komisi IV DPRD Inhil H Adriyanto menyatakan akan menindaklanjuti permasalahan bangunan sekolah yang tidak layak ini kepada pihak Pemerintah Kabupaten Inhil, dalam hal ini Dinas Pendidikan.

"Kami akan pertanyakan kepada Dinas Pendidikan Inhil mengenai permasalahan ini. Juga akan dibahas dalam pembahasan RAPBD Inhil tahun 2017 nanti, agar dapat ditindaklanjuti," ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Demikian berita yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat bagi kita semua dan bisa mengambil pelajaran yang positif, terima kasih dan sampai jumpa lagi.


BACA JUGA :