ASSALAMUALAIKUM.WR.WB...
SALAM SEJAHTERA untuk kita semua. Para pembaca sekalian dimana pun anda berada GURU INDONESIA pada kesempatan kali ini mengabarkan berita terkait Ujian Nasional Tak Jadi Dihapus, Pemerintah Kena Kritikan, Simak Berita selengkapnya berikut ini.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy awalnya memutuskan untu memoratoriun Ujian Nasional (UN). Akan tetapi pemerintah membatalkan rencana itu dan UN akan tetap digelar tahun depan.
Doni Koesoema, pengamat pendidikan mengatakan, melihat disini ada dua pendapat yang berbeda, jadi pendapat yang disampaikan oleh Muhadjir tentang memoratoriun Ujian Nasional itu sudah tepat. Karena selama 13 tahun terakhir tidak ada peningkatan prestasi pendidikan di Indonesia. kalaupun ada prestasi tingkat Internasional di bidang MIPA, itu hanya naik satu strip atau satu tingkat saja.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy awalnya memutuskan untu memoratoriun Ujian Nasional (UN). Akan tetapi pemerintah membatalkan rencana itu dan UN akan tetap digelar tahun depan.
Doni Koesoema, pengamat pendidikan mengatakan, melihat disini ada dua pendapat yang berbeda, jadi pendapat yang disampaikan oleh Muhadjir tentang memoratoriun Ujian Nasional itu sudah tepat. Karena selama 13 tahun terakhir tidak ada peningkatan prestasi pendidikan di Indonesia. kalaupun ada prestasi tingkat Internasional di bidang MIPA, itu hanya naik satu strip atau satu tingkat saja.
Doni berpendapat, jika UN akan tetap dilanjutkan nantinya hanya kan membuat kualitas pendidikan baik pengajar dan proses pembelajaran ke siswa menjadi sempit dan kering. Guru mengajar hanya untuk tes dan siswa belajar hanya untuk lulus tes. Jadi kurikulum pendidikan menjadi sempit dan kering. Asumsinya, siswa tidak mau belajar kalau tidak UN.
Seharusnya dicari alternatif yang lain, karena bila itu tetap dipertahankan kurikulum yang ada tidak akan terupdate dan mampu untuk standarddisasi peta pendidikan yang telah ada.
Keputusan menolak usulan memoratorium Ujian Nasioal ini sebelumnya sudah disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, setelah rapat cabinet paripurna bersama Presiden Jokowi. Menurut JK tanpa adanya UN, daya saing dan semangat anak-anak untuk belajar akan kendor.
Tetapi nanti pemerintah akan tetap mengkaji sistem penentuan kelulusan untuk efektifitas UN. Seperti yang telah disampaikan oleh JK, hasil usulan memoratorium tidak disetujui, tapi di suruh untuk mengkaji ulang dan secara perbandingan lebih dalam lagi untuk memperbaiki mutu.
Sebelumnya memang sudah digadang-gadang bahwa UN akan di hapus sementara mulai tahun 2017 mendatang. Hal itu kata Muhadjir sudah disetujui oleh Presiden dan tinggal menunggu Inpres saja. namun, usulan tersebut akhirnya kandas.
Menurut JK UN masih diterapkan di hampir semua negara di ASIA. Tanpa adanya Ujian Nasional, dikhawatirkan akan mempengaruhi daya saing generasi muda u ntuk masuk ke perguruan tinggi. Sebenarnya usulan Muhadjir diterima, tetapi disuruh kaji dan secara perbandingan lebih dalam lagi untuk memperbaiki mutu kedepannya.
SUMBER : indowarta.com
BACA JUGA : - Kemendikbud Sosialisasikan program Seniman Masuk Sekolah (SMS) dan Seniman Mengajar (SM)
- Menteri Agama : Pengangkatan Guru Agama Akan Lewat Satu Pintu
- Pola pendidikan SD-SMP akan berbasis karakter
Sekian GURU INDONESIA mengabarkan terkait Ujian Nasional Tak Jadi Dihapus, Pemerintah Kena Kritikan semoga bermanfaat jangan
lupa LIKE FANS PAGE kami dan silahkan di SHARE Terimakasih atas kunjungan anda.
