Guru-guru Ini Menangis Terharu Ngadu ke DPRD, Ini Dia Penyebabnya

Assalamualaikum wr wb,,,
Salam sejahtera untuk kita semua kali ini kami akan menyajikan berita tentang beberapa guru, dewan guru dan pihak komite sekolah dasar (SD) Negeri 25 menangis, ini berita selengkapnya.
Beberapa guru, dewan guru dan pihak komite sekolah dasar (SD) Negeri 25 Sepancar, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menangis haru di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Suasana para guru SD N 25 saat menangis haru usai pertemuan dengan anggota DPRD OKU.
Suasana para guru SD N 25 saat menangis haru usai pertemuan dengan anggota DPRD OKU

Mereka datang untuk mengadukan dan meminta agar Kepala SD setempat diganti. Hal ini dikarenakan, kepala yang bersangkutan diduga arogan.
 Kehadiran para guru yang rata-rata kaum hawa ini, di kantor wakil rakyat setempat itu, Selasa (27/13/2016) diterima Anggota DPRD OKU, Ferry Riski, Ledi Patra dan H Syaifuddin. Dari Dinas Pendidikan dihadiri, Kabid Dikdasmen Paranto.

Pada pertemuan itu, dihadapan pihak Disdik OKU dan Wakil Rakyat, satu guru SD N 25 OKU, berawal dari 2 tahun kepemimpinan kepala sekolah sekarang ini, beliau marah bersifat arogan tidak terkontrol.
"Kami sepakat buat surat pernyataan minta diganti kepala sekolah. Ada 3 orang guru yang tidak mau menandatangani. Maka tidak ada kesepakatan itu amaka kami pending dulu," katanya.

Karena sikap itulah, kata dia mereka meminta agar kepala sekolah diganti. "Kami minta maaf sudah terlalu lancang. Demi kebaikan sekolah, kami ingin bekerja, mengajar, dengan nyaman dan tenang. Makanya kami harapan minta diganti," ucapnya mereka perna melapor ke Diknas. Namun jawaban diknas akan di damaikan. Bahkan, ada kalimat ancaman, seperti kalimat, mau di bina atau di binasakan.

"Harapan kami agar kepala sekolah di aganti. Agar tercipta suasana yang baik," ucapnya.

Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Paranto mengatakan, Jumat kemarin ia sudah datang ke SD N 25. Saat itu ia sampaikan agar susana kondusif. Untuk hal itu, tidak semuda membalikan telapak tangan. Sebab hal itu membutuhkan proses.

"Kalau mau instan nggak bisa. Apalagi kebijakan ini membutuhkan proses. Kami tidak mengancam. Maksud kami pembinaan saja," katanya.

Sementara Kadisdik OKU, Mahyudin Helmy saat dibincangi Tribun Sumsel di rumah Kabupaten OKU menjelaskan laporan atau permintaan agar Kepala SD N 25 diganti sudah ia terima.

"Kalau mereka melapor ke DPRD saya belum tahu," katanya.

Yang jelas kata dia jika memang, terbukti dan suasana belajar mengajar tidak kondusif lagi mungkin saja kedepan akan diganti atau di mutasi.
Demikian berita yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat bagi kita semua, terima kasih dan sampai jumpa lagi.
BACA JUGA :